Dinda vs Ibu Hamil

Yak! Karena UN udah selesai, aku kembali lagi untuk menulis disini! Applause! Doakan aku supaya aku lulus dengan nilai memuaskan ya semua~

Kali ini disini aku nggak mau masalahin soal UN yang susahnya…… hmm…. menyebalkan, tapi aku mau ngomongin si Dinda. Tapi karena Dindanya sendiri udah minta maaf, aku tetep mau ngomongin ini karena yang pro sama Dinda nggak sedikit, dan mereka 100% sehat.

Manusia-manusia bau jengkol

Kan? Mereka jauh lebih menyebalkan daripada si Dinda. Dan sebenernya Dinda sendiri layak dapet tempat duduk di kereta karena dia pernah bikin pernyataan kalo dia kakinya menggeser gitu tulangnya . Dia layak dapet tempat duduk karena dia termasuk difable, alias penyandang cacat. Nah, temen-temen jengkolnya kan sehat tuh, mending kita ngomongin mereka aja!

Komentar 1: “Iyaa ka, aku sering kaya gtu waktu kerja d kota. Bodo deh mau d cerewetin ibu2 lain. Emg dia doang yg mau d ngertiin. Grrrgh”

Aduh mbak, masa mbak nggak mau dikasih tau yang bener sih? Mbak tau kan kursi prioritas nyebutin kalo yang diprioritasin itu

  1. Lansia (Manula, Kakek-kakek/Nenek-nenek)
  2. Difable (Penyandang cacat)
  3. Ibu hamil
  4. Ibu dengan Balita

Jangan-jangan mbak bermasalahnya nggak cuma ama Ibu hamil doang. Nyampe dicerewetin ibu-ibu lain loh! Berarti ini mbak-mbak parah banget kan? Nggak mau dikasih tahu yang bener. Eh mbak, Ibu-ibu nyerewetin mbak karena mereka tahu betapa beratnya mengandung. Mereka tahu, mereka ngerasain, jadi mereka ngasih tau mbak supaya mbak ngasih tempat duduk mbak. Ibu hamilnya pasti sangat bersyukur kalo mbak ngasih tempat duduk mbak. “Emang dia doang yang mau dingertiin?” Sekarang dibalik pertanyaannya, Emang mbak doang yang mau duduk? yang mau dingertiin? yang mau santai sepanjang perjalanan? Naik taksi aja mbak kalo mbak nggak mau ketemu orang yang harus diprioritasin. Grrrgh!

Komentar 2: “Ibu-ibu terkadang suka egois. Hehe makanya gw klo naik krta mls di gerbong cewe, Emak emak rempong smwa”

Waduh mbak, kok komentar mbak agak aneh ya. Mbak kan perempuan, mbak lebih tua dari saya jadi mungkin saya bisa memanggil mbak dengan sebutan “bu”, berarti mbak termasuk “ibu-ibu”, berarti mbak juga suka egois dong? Yah sebenernya sih gerbong cewek itu nyaman buat cewek karena kalo misalnya ada tabrakan kereta antar kereta, ntar kena efeknya itu gerbong yang umum. Dan mbak, mbak sadar nggak? mbak bentar lagi bakal jadi ibu. bakal jadi Emak rempong. Mbak, mbak kira di gerbong cewek isinya emak-emak rempong semua? Nggak mbak! Saya ada di gerbong cewek dan mbak bilang saya emak emak rempong? Nggak terima saya mbak! Jangan sok muda mbak! Di gerbong cewek ada anak balita dan mbak bilang dia emak emak rempong? Mereka pasti nggak terima sama mbak! Jangan sok muda mbak!

Komentar 3: Kamu make earphone..Terus kamu pura-pura tidur sambil nunduk..Hindari tipu daya ibu hamil.

Yeee maho! ikut-ikutan masalah cewek aja -plak- Apa maksudnya tipu daya ibu hamil? Dasar cowok maho nggak punya hati. Kamu kira semua ibu hamil itu penipu? Itu sama aja kamu bilang kalo ibu yang mengandung kamu itu penipu! Kamu, sebagai cowok harusnya ngasih tempat duduk ke ibu-ibu hamil itu. Katanya cowok lebih ngerti kursi prioritas.

Yah sebenernya sih, masalah Dinda dan teman-teman jengkolnya bisa jadi pelajaran untuk kita semua. Terutama para remaja, baik yang masih SMP, SMA, maupun udah kuliah (eh tapi mereka semua yang diatas udah pada kerja ya? wkwk). Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Dinda sendiri adalah, “Hargai orang lain jika ingin dihargai.” “Rasa empati itu perlu.” dan “Jangan nge add orang asing di sosial media yang private.” Eh serius! Path itu private. Bukan macem facebook gitu. Oh ya, “Jangan anggap sosial media sebagai diary berjalanmu.” Ingat, diary itu buku yang ada gemboknya. Hanya kamu yang bisa membuka diarymu. Karena itu adalah isi hatimu. Jangan sampai orang tau isi hatimu yang sebenarnya.

Sekian komentarku kali ini, sampai jumpa di post berikutnya~~

 

Tag:, ,

About Evania Shabrina

Cuma anak "kecil"

3 responses to “Dinda vs Ibu Hamil”

  1. rozz says :

    Evania sheby. Mereka ngomong kaya gitu karena mereka ga punya hati nurani.Mereka lupa darimana mereka berasal. Jadi ibu hamil itu ga gampang. Pusing n mual itu dah pasti. Blm lg badan jadi berat. Kan kasian kalo disuruh berdiri. Bisa pingsan itu. Ok sheb.

  2. jl.mandala says :

    saya suka postinganmu,menarik untuk dibaca,,..
    thanks ya,dan salam kenal..

  3. elinn says :

    salam kenal sebelumnya..
    postingan yang menarik.. ga abis pikir ya anak2 jaman sekarang, seperti tidak punya hati nurani, terlebih menggunakan postingan untuk hal negatif..

    btw, ada info nih untuk yang ingin ikut blog kompetisi di kompetisimenulis.com
    just info aja, makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: