Antara Tren dan Sikap

yo! udah lama banget aku gak nulis blog lagi… Habis, semenjak kelas 11 kayaknya beban semakin berat dan tiap hari remed remed remed remed. Mana kelasku kebanyakan yang pinter, giliran ada tambahan nilai yang maju malah yang pinter haha! yah lupakanlah -_-

Akhir-akhir ini entah kenapa banyak tren kata-kata (macem catchphrase) yang lagi menjamur dimana-mana. Tapi sayangnya, catchphrase ini gak sebagus “Aku siap/I’m ready”-nya spongebob atau “Believe it”-nya Naruto. Justru bagiku, catchphrase ini sangat sangat sangat menggangguku lebih dari gangnam style. Catchphrase macem apa itu? Kenapa terganggu?

1. “Trus aku harus [hal yang bikin males] sambil bilang wow?”

Ini adalah kata-kata yang paling bikin aku kesel saat ini. Kata-kata ini menunjukkan ketidakpedulian seseorang terhadap sesuatu. Menurutku, kata-kata ini judes banget. Misalnya kita punya cerita yang membuat kita terkesan atau semacamnya, tapi dia jawab seperti itu. Aku tau kalo itu bercanda. Tapi, biasanya orang cerita sesuatu yang menyedihkan…. harusnya gak dijawab kayak gitu.

A: Eh, si C jatoh dari motor loh! Kasian ya…
B: Trus aku harus bilang wow?

Hal yang kayak diatas yang aku takutin… Bercandalah pada tempatnya. Oh ya!     Jangan sekali-sekali ngomong kayak gitu ke orang yang sensitif. Soalnya, orang yang sensitif itu (rata-rata) suka masukin kata-kata seseorang kedalam hati. Kalo sampai masuk ke hati dia… bisa-bisa dia marah

2. “Kepo!”

Kata ini juga agak mengganggu menurutku. Sebenernya bagus sih buat mencegah stalker, tapi kalo keseringan juga agak-agak gak enak. Menurutku, kata ini menunjukkan rasa kesal seseorang karena orang ingin tau sesuatu. Tapi ya, ada berbagai macam orang di dunia ini. Ada orang yang pemarah, easygoing, ramah, dan ada juga yang curious. Orang curious itu selalu pengen tau sesuatu.

Biasanya anak-anak kecil banyak yang curious. Aku dulu juga gitu. Ke tetangga selalu nanya “Kak, kenapa bulan bersinar? Kenapa langit biru?” dan dengan sabarnya, kakak tetangga itu menjawab pertanyaan-pertanyaanku yang sering aku tanyain ke kakak tetangga. Aku takut, kalo misalnya anak-anak yang sekarang baru umur 4 tahun (kelahiran 2008 mungkin) nanya hal yang sama denganku tetapi dijawab “Kepo!” Kasian… kasian sekali mereka…

Sebenernya ya, tanpa adanya kepo atau keingintahuan seseorang, lampu tidak akan pernah ditemukan. Bahkan, tanpa kekepoannya Leonardo da Vinci, kedokteran sekarang gak canggih ama yang sekarang. Kepo itu bagus, tapi ada batas-batas tertentu. Jadi, biarkanlah anak-anak itu kepo. Jawablah dengan sabar.

Mungkin itu aja kata-kata yang sering membuatku kesal… Kalo ada kata-kata yang membuat kalian sebel atau kesel, silahkan tambahkan🙂

Tag:, ,

About Evania Shabrina

Cuma anak "kecil"

3 responses to “Antara Tren dan Sikap”

  1. unikgaul.com says :

    artikelnya bagus bagus sobat, senang baca baca di sini.🙂.Salam kenal.

  2. IP Camera says :

    Nice post

    salam kenal

  3. jl.mandala says :

    thanks sob untuk postingannya…
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu…
    salam kenal yach…
    kunjungi blog saya ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    http://chaniaj.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: