Sinetron Indonesia

Sinetron yang ditayang di beberapa televisi swasta mulai pukul 18.00 sampai dengan 22.00 WIB setiap harinya sungguh tidak bermutu. Mereka hanya menyuguhkan peran-peran antagonis yang dapat merusak moral anak-anak.

Ini hanyalah bisnis semata yang tidak mengutamakan mutu. Walaupun dibintangi oleh bintang-bintang muda berbakat.

walaupun begitu… ada ciri-ciri yang khas dari sinetron gak jelas ini…

1. Ada adegan menampar pacar atau istri yang dikira selingkuh. Padahal cuma ketemu teman lama. Terus menyewa orang untuk menyelidiki.

2. Ada menangisnya (Kayaknya hampir semua film deh ada). Tapi di sinetron Indonesia hal ini paling mendominasi di setiap episode (Biar masuk nominasi pemeran nangis terbaik versi FFI). Banyak sekali yang mengajarkan balas dendam (Kayak film India saja).

3. Serinya dibikin panjang-panjang takut kehabisan bahan dengan alasan ratingnya naik (Padahal ngebosenin).

4. Biasanya ceritanya rebutan warisan atau warisannya jatuh pada anak atau cucu yang sudah lama hilang atau rebutan kekuasaan atau rebutan anak. Kalo adegannya masih sekolah hampir dipastikan ceritanya tentang rebutan pacar dan biasanya yang rebutan yang cewek dan tokoh yang disenangi si cowok anaknya miskin atau pas-pasan dan baru masuk atau pindahan dari sekolah lain (Tapi anehnya bisa masuk sekolah elite). Terus ada yang sudah merasa memiliki si cowok yaitu cewek yang kaya dan punya geng (Biasanya anak kepala yayasan).

5. Orang kaya selalu menjadi tokoh yang jahat (Apa udah nggak ada orang baik yang kaya?) Kalo pinjam utang selalu pada orang yang sama sampai akhirnya rumahnya disita(Gampang banget nyita rumah).

6. Tokoh yang baik biasanya melarat, lugu dan bodoh. Gampang dibohongin. Dan paling sering tokoh baik hampir tidak pernah minta tolong pengacara dan menang. Minta tolong polisi juga selalu gagal. Tapi giliran tokoh jahat minta bantuan polisi atau pengacara hampir dipastikan menang. Dan yang paling sering yaitu pengacara dengan gampangnya disuruh mengganti isi warisan dengan diberi imbalan uang banyak (Ini yang merusak citra pengacara. Tapi memang banyak sih, he-he-he). Terus hartanya dikuasai dan seisi rumah diusir (Adegan ini sudah katro banget).

7. Tokoh yang baik biasanya lebih goblok dari tokoh yang jahat (Tokoh yang jahat idenya selalu cemerlang meskipun masih anak kecil sekalipun).

8. Bila kisahnya sedih pemeran utama yang baik selalu menderita bertubi-tubi biar dikira mengharukan. Dimulai dengan bangkrut karena ditipu (Emang seorang pengusaha yang sukses gampang percaya orang? Sama anak sendiri aja kadang nggak percaya apalagi orang lain). Terus dilanjutkan dengan jatuh sakit, mau berobat nggak punya duit (Mantan direktur kok sebegitu amat nggak punya duit. Koruptor aja yang masuk penjara aja duitnya masih banyak). Cari kerja susah biasanya jadi kuli pasar (Emangnya nggak punya teman, saudara atau mungkin dia lahirnya nggak sama orang kali yeeee…). Tidurnya di emperan toko terus paginya diusir sama penjaganya. Biasanya mengalami kecelakaan terus menerus, kalau dipasangi jebakan selalu masuk. Habis itu ditolong oleh temannya yang tidak tahu darimana datangnya.

9. Dimanapun tokohnya bersembunyi atau mengasingkan diri, selalu ditemukan tokoh jahatnya (kayaknya wilayah indonesia cuma sebesar perumahan kali ya?)

10. Kebanyakan kalo ceritanya mau selesai, selalu ada saja halangan. Entah jadi lumpuh dan nggak bisa ngomong, tertabrak mobil terus koma, habis tertabrak mobil mau sembuh kemudian jatuh dari tangga atau kebetulan disandera oleh penculik atau naik bis ketiduran terus nyampai dimana nggak tahu dan nggak punya ongkos pulang. Dilanjutkan dengan kisah cari duit buat makan dan ongkos tapi kenalan dengan pemuda baik dan dilanjutkan dengan jatuh cinta (Ceritanya semakin ngawur saja).

11. Penyakit yang sering adalah kanker otak, TBC (Biasanya kalau batuk-batuk terus di tissuenya ada darah). Dan penyakit paling baru dan yang lagi ngetrend di sinetron yaitu: Akibat jatuh atau dengar berita jadi kaget atau kecelakaan terus jadi STROKE + LUMPUH yang menyebabkan jalan cerita nggak jadi selesai (Kenyataannya, hal seperti itu sangat jarang terjadi. Paling-paling patah tulang).

12. Nggak ada yang menceritakan keluarga yang harmonis (Gara-gara kebanyakan nonton sinetron).

13. Bintangnya banyak menggunakan artis Indo (Maksudnya blasteran sama bule biar cakep padahal akting pas-pasan).

14. Yang lebih nggak masuk akal lagi pemeran yang berwajah Indo bisa menjadi tokoh gelandangan. (Emangnya pernah lihat anak Indo yang jadi gelandangan atau pengemis atau melarat? Nggak kreatif banget!!!!) Dengan alasan mau total dalam berakting (Dalam kenyataan pasti sudah diperkosa dan jadi bulan-bulanan ama preman jalanan).

15. Pemeran utama berwajah sangat cantik kadang jadi pembantu (Mending dijadikan istri boss).

16. Kalo berantem sesama laki-laki sampai luka-luka nggak ngerasa sakit. Tapi giliran dipegang sama pacarnya teriak-teriak kesakitan (Dunia emang aneh, tapi rata-rata film Indonesia dari jaman dulu banget sudah begitu).

17. Cerita anak orang kaya punya pacar orang miskin masih banyak. Dan biasanya ditentang oleh salah satu orangtuanya dan orang tua yang satu membela.

18. Kisah yang dimainkan jarang sesuai antara wajah pemain dan tokoh yang dimainkan.

19. Kostum tidak pernah diperhatikan. Biar gembel tetapi bajunya bersih dan masih nampak bekas setrikaannya. Atau seorang pendekar katanya baru datang dari perjalanan jauh dan melelahkan, tetapi bajunya nampak baru keluar dari laundry dan wajahnya fresh tidak berkeringat sama sekali. Memang sutradara kita goblok pooooll atau anggap penontonnya anak kecil.

20. Kalau kelahi cuma satu gebrak dua gebrak yang tidak menarik tetapi tahu-tahu semua melayang diudara atau terlempar keras dan berdarah. Hemat tenaga kah???

21. Kalau mau ketrabak mobil, bukannya menghindar. malah teriak gak karuan…

Tag:

About Evania Shabrina

Cuma anak "kecil"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: